Penggunaan teknologi voice AI di sebuah SPBU di Malang memicu perdebatan mengenai batas antara inovasi dan etika. Suara yang menyerupai tokoh publik digunakan untuk menyampaikan informasi kepada konsumen, tetapi kemudian dihentikan setelah mendapat teguran. Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan penggunaan teknologi AI secara bertanggung jawab.
Pernah melihat harga produk di e-commerce berubah ketika kamu mengeceknya kembali beberapa jam kemudian? Perubahan harga tersebut tidak selalu terjadi secara acak. Di baliknya, ada dynamic pricing dan algoritma yang menganalisis permintaan, stok, harga kompetitor, hingga kondisi pasar. Di Indonesia, penggunaan teknologi dalam perdagangan digital juga semakin berkembang, sehingga cara platform dan penjual menentukan harga menjadi semakin menarik untuk dipahami.
Ketika AI mulai digunakan dalam berbagai keputusan penting, muncul pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab ketika teknologi tersebut melakukan kesalahan. Kesalahan AI tidak selalu berasal dari algoritma, tetapi juga dapat dipengaruhi data, cara penerapan, dan keputusan manusia. Karena itu, transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam membangun AI yang dapat dipercaya.