Penggunaan teknologi voice AI di sebuah SPBU di Malang memicu perdebatan mengenai batas antara inovasi dan etika. Suara yang menyerupai tokoh publik digunakan untuk menyampaikan informasi kepada konsumen, tetapi kemudian dihentikan setelah mendapat teguran. Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan penggunaan teknologi AI secara bertanggung jawab.
Data kini menjadi salah satu fondasi penting dalam menentukan kebijakan kota. Di Malang, pemanfaatan Satu Data, Sensus Ekonomi, dan data geospasial menunjukkan bagaimana teknologi membantu pemerintah memahami kondisi masyarakat, menentukan prioritas pembangunan, hingga mengevaluasi kebijakan secara lebih tepat sasaran.
Ketika AI mulai digunakan dalam berbagai keputusan penting, muncul pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab ketika teknologi tersebut melakukan kesalahan. Kesalahan AI tidak selalu berasal dari algoritma, tetapi juga dapat dipengaruhi data, cara penerapan, dan keputusan manusia. Karena itu, transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam membangun AI yang dapat dipercaya.